Sempat Anggap Infrastruktur Primitif, Insinyur Israel Akui Terowongan Hamas Kokoh dan Canggih Sebagai upaya memberangus milisi pembebasan Palestina, Hamas, tentara Israel (IDF) dilaporkan berupaya mematikan pergerakan mereka dengan melumpuhkan jaringan infrastruktur terowongan. Upaya terbaru, setelah beberapa upaya dengan bom dan material eksplosif gagal, IDF melakukan pembanjiran terowongan menggunakan air laut.
Pada tahap awal, upaya ini dilaporkan berhasil dilakukan, air laut sukses merayap ke terowongan. Namun, usaha Israel untuk membenamkan terowongan pakai air laut sepertinya sudah dibaca Hamas. Selain karena Israel dan Amerika Serikat (AS) sudah woro woro duluan akan rencana ini, Hamas dalam pembangunan terowongan, mengklaim juga sudah memperhitungkan ancaman bagi aset berharganya tersebut.
SERING Kesemutan di Tangan dan Kaki? dr Zaidul Akbar Bagikan Resep Cara Mengobatinya Bakal Didepak dari Rumah Gunawan Dwi Cahyo, Okie Gunawan Malah Dapat Rumah Dari Sosok Pria ini Hasil FC Bekasi City vs Persela Lamongan, Eks Persib Cetak Dua Gol, Djanur Gagal ke Semifinal Liga 2
Tak Hanya Tolak Presiden Sriwijaya FC, Singa Mania Minta Pj Gubernur Rombak Total Manajemen SFC Penyesalan Gunawan Dwi Cahyo Cerai dari Okie Agustina, Ingin Hubungan Tetap Baik Pabrik Cokelat Ganja di Bojonggede Incar Pasar Anak Muda: Rp 100 Ribu/Toples, Begini Penampakannya
Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan mengatakan kalau terowongan tersebut dibangun untuk menahan banjir. Dia menekankan, kalau rencana Israel untuk membanjiri air laut ke dalam infrastruktur bawah tanah tersebut, telah diperhitungkan.
“Terowongan tersebut dibangun oleh para insinyur terlatih dan terdidik yang mempertimbangkan semua kemungkinan serangan dari pihak pendudukan, termasuk pemompaan air,” kata Hamdan. Hamdan menambahkan, jaringan bawah tanah adalah bagian integral dari perjuangan milisi perlawanan Palestina. "Dan semua konsekuensi serta serangan yang diperkirakan akan terjadi telah terjadi. telah diperhitungkan," kata dia.
Soal klaim kecanggihan jaringan dan struktur terowongan dari Hamas, rupanya juga sudah diakui oleh pihak Israel. Pemberitaan Newsweek , 29 November 2023, melansir pengakuan seorang perwira insinyur IDF, mengungkapkan keterkejutannya atas luasnya terowongan yang disebut sebut digunakan oleh gerakan Hamas Palestina di Gaza. Terowongan sejenis itu menjadi pusat strategi militer Hamas dan menjadi sasaran utama pasukan Israel selama perang sejauh ini.
Dalam pengakuannya, insinyur IDF itu menyebut struktur fisik terowongan sangat kokoh. Struktur terowongan, di antaranya, terdiri dari lapisan beton dengan banyak persimpangan, fakta lain yang menyatakan upaya membanjiri terowongan akan butuh waktu sangat lama. “Kami tahu, ini (fisik terowongan) adalah apa yang akan kami lihat , tapi saya tidak menyangka terowongan ini akan begitu kuat, artinya ada banyak beton, tangga, banyak persimpangan di terowongan ini,” kata petugas insinyur IDF dilansir Newsweek .
Saat awal perang, pada Oktober, para pejabat Israel mengatakan kalau tentara IDF dalam keadaan apa pun tidak boleh mencoba memasuki terowongan. Namun rupanya, pada beberapa kasus, para pemikir perang IDF terpaksa harus masuk terowongan untuk memeriksa, menganalisis, dan menemukan solusi menghancurkan jaringan infrastruktur tersebut. “Tentu saja, kami biasanya tidak masuk ke dalamnya, tapi kami menjelajahinya, dan kami melihatnya, jadi ini sungguh mengejutkan,” kata dia.
Setelah menelaah, insinyur IDF itu menarik lagi penilaian atas terowongan Hamas yang sempat dia sangkat sebagai infrastruktur primitif. Jauh dari itu, terowongan Hamas adalah infrastruktur canggih yang memang dibangun secara cermat dan penuh perhitungan. “Saya pikir ini (terowongan) akan menjadi (infrastruktur) sedikit lebih primitif, tapi ini (ternyata) benar benar canggih,” tambah petugas itu.
Jalur Gaza telah lama dikenal sebagai tuan rumah jaringan bawah tanah yang luas, bahkan sejak masa pendudukan Israel selama hampir empat dekade. Ketika Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 2007, setelah penarikan pasukan IDF dan perselisihan berdarah dengan faksi Fatah pimpinan Otoritas Nasional Palestina yang berbasis di Tepi Barat di tengah pemilu, jaringan terowongan ini berkembang secara signifikan. “Itu adalah lifeline (jalur hidup/penyelamat) ,” kata petugas IDF terkait penilaiannya soal peran terowongan bagi Hamas.
“Ketika Israel menguasai Jalur Gaza, kami melakukan operasi (militer) terhadap para penyelundup (barang barang) di terowongan ini. Dan itu (barang selundupan) bukan hanya barang barang militer, juga barang barang sipil, tetapi sebagian besar adalah barang barang militer. Dan setelah Israel pergi, barang barang itu semakin menjadi sumber kehidupan mereka,” kata insinyur tersebut. Saat ini, kata perwira IDF, terowongan merupakan “aset utama” Hamas dan terus menjadi tantangan bagi upaya Israel untuk memberikan kekalahan telak kepada kelompok tersebut dalam perang paling mematikan yang pernah terjadi dalam konflik Israel Palestina yang telah berlangsung selama 75 tahun. Perwira IDF menjelaskan kalau terowongan terowongan yang telah ditemukan oleh pasukan Israel dalam "ratusan lubang", seringkali memiliki banyak tujuan, dengan beberapa rute digunakan untuk sarana pertahanan dan ofensif, dan rute lainnya digunakan untuk menyelundupkan senjata dan barang barang lainnya.
Faksi Palestina lainnya di Gaza, seperti Jihad Islam dan Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, juga menggunakan perang terowongan dalam operasi melawan pasukan Israel. Meskipun terkadang terdapat perbedaan ideologi, banyak kelompok bersenjata di Gaza yang secara terbuka berkoordinasi dalam operasi dan bahkan penyanderaan, beberapa di antara sandera menceritakan pernah ditawan di terowongan sebelum mereka dibebaskan.