Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menobatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus UGM yang paling memalukan. BEM UGM menyebut terdapat sejumlah alasan mengapa memberi rapor merah kepada Jokowi. Jokowi menilai kritik yang dilontarkan BEM UGM tersebut merupakan bagian dari negara demokrasi.
Meski demikian, Jokowi mengingatkansoal etika dan sopan santun ketimuran. "Ya itu proses demokrasi boleh boleh saja. Tetapi perlu saya ingatkan kalau kita ada etika dan sopan santun ketimuran," jelas Jokowi usai meresmikan Statiun Pompa Ancol Sentiong, Jakarta Utara, Senin (11/12/2023). Jokowi enggan berbicara banyak soal dirinya dinobatkan sebagai alumni UGM paling memalukan.
"Ya biasa aja," ucap Jokowi. SOSOK HH, Si Ibu Hajjah Baru yang Ditangkap Gegara Kasus Prostitusi INILAH Sosok Kia Poetri, Artis yang Disebut sebut Sebagai Kekasih Baru Virgoun
Sosok Mahasiswi S2 Kedokteran yang Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ternyata Anak Pejabat di Cianjur Ekspor Karet Alam di Sumut Diprediksi Semakin Lesu Imbas Penerapan UU EUDR Sosok Oge Arthemus yang Ditangkap Polisi karena Narkoba
Dapat Upah Rp5000, Mbah Semi Utang Beras Demi Makan, Dinsos Sebut Hidupnya %27Sangat Tidak Kekurangan%27 Halaman 4 Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka juga tak menanggapi serius terkait rapor merah yang diberikan BEM UGM kepada Jokowi sebagai lulusan terburuk. Gibran percaya masyarakat sudah bisa menilai sosok ayahnya seperti apa.
"Biar warga yang menilai," kata Gibran di GOR Panatayudha, Karawang, Sabtu (9/12/2023). Adapun penobatan yang disematkan BEM KM UGM terhadap Jokowi itu disampaikan di sela acara diskusi publik darurat demokrasi bersama Serikat Merdeka Sejahtera (Semesta) di bundaran UGM, Jumat (8/12/2023). Seperti diketahui, Jokowi adalah alumnus Program Studi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.
Jokowi dinyatakan lulus dari UGM pada tahun 1985, sesuai ketentuan dan bukti kelulusan yang dimiliki oleh UGM. BEM UGM menyebut terdapat sejumlah alasan pihaknya memberikan kritik keras kepada Jokowi. Ketua BEM UGM, Gilbran Muhammad Nur, menyatakan rapor merah yang dinobatkan ke Presiden Jokowi memang pantas.
Gilbran menyatakan, anugerah alumnus UGM paling memalukan ini merupakan wujud kekecewaan dan kemarahan mahasiswa terhadap Jokowi yang dianggap tidak bisa berbuat banyak selama berkuasa. Menurutnya, sepanjang dua periode memimpin, Jokowi gagal menyelesaikan deretan permasalahan fundamental. "Sudah hampir dua periode Pak Jokowi memimpin, tapi kenyataannya masih banyak sekali permasalahan fundamental yang belum terselesaikan."
Menurutnya, terdapat tiga indikator yang membuatJokowilayak menyandang predikat sebagai alumnus paling memalukan versiBEMKMUGM. Yakni, anjloknya indeksdemokrasisepanjang masa kepemimpinannya, bobroknya konstitusi, serta indikasi upaya upayaJokowidalam menghidupkan sebuah dinasti politik di Indoneisa. "Ketiga hal itu membuat Jokowi sangat pantas dinobatkan sebagai alumnus paling memalukan, karena tidak membawa nilai nilai sebagai alumnus UGM yang seharusnya," kata Gilbran.
Adapun diskusi publik dan mimbar bebas bertajuk 'Indonesia Darurat Demokrasi' turut dihadiri aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, serta pegiat anti korupsi Zainal Arifin Mochtar.