Eks mantan kepala Divisi Intelijen Militer Israel, Tamir Hayman akui tak mudah untuk mengalahkan Hamas. Bahkan kekalahan kelompok Palestina Hamas masih sulit dipahami, ujarnya Selasa (5/12/2023). Dalam analisis yang dipublikasikan Channel 12 Israel, Tamir Hayman mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh tentara Israel di Jalur Gaza utara.
“Kita harus mengulur waktu karena kita tidak punya pilihan lain,” ungkapnya, mengutip Anadolu Agency . Selain itu dirinya juga mengatakan pencegahan serta keamanan Militer Israel di Timur Tengah akan menjamin kemenangan besar bagi Israel. Namun, lanjut Hayman, kesimpulannya saat ini Israel masih jauh dari kemenangan.
Hayman percaya bahwa melenyapkan Hamas adalah sebuah tantangan. Bakal Didepak dari Rumah Gunawan Dwi Cahyo, Okie Gunawan Malah Dapat Rumah Dari Sosok Pria ini Penyesalan Gunawan Dwi Cahyo Cerai dari Okie Agustina, Ingin Hubungan Tetap Baik
RESMI, Persib Bandung Umumkan Perpanjang Kontrak Bek Tengah yang Absen Lawan Persis Solo Besok Sore Kiesha Alvaro Sedih Pergoki Okie Agustina Tangisi Gunawan Dwi Cahyo Kejutan Survei Terbaru, Anies Muhaimin Terendah di Kalangan NU Jatim, Kalah Jauh dari Prabowo Gibran Halaman 4
Okie Agustina Panen Pujian Pamer Liburan Bareng Gunawan Dwi Cahyo GOOOOL, Persib Bandung Unggul 1 0, Stefano Beltrame Berhasil Cetak Gol di Menit ke 15 Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all
Bahkan bisa mengharuskan penghancuran 60 persen kemampuan militer Israel. Di sisi lain dia berpendapat bahwa pertempuran di Jalur Gaza selatan akan lebih rumit karena wilayah tersebut berpenduduk padat. “Setelah sekitar satu juta orang tambahan berpindah dari utara ke selatan Gaza, sekitar dua juta orang kini tinggal di wilayah seluas sekitar 200 kilometer persegi (sekitar 78 mil persegi),” tambahnya.
Diktehaui Israel melanjutkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza pada hari Jumat setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan kelompok Palestina Hamas. Setidaknya 15.899 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 42.000 lainnya terluka sejak Israel melancarkan kampanye militer besar besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Gaza. Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, menurut angka resmi.
Kepala Staf militer Israel Herzi Halevi mengakui serangan besar pasukan Israel terhadap bangunan sipil di Gaza lantaran adanya alasan tersendiri. Klaim mereka menyebut pejuang Palestina menyimpan senjata di rumah dan bangunan sehingga menurut Israel, warga sipil tersebut bisa saja melepaskan tembakan saat mengenakan pakaian sipil. “Tentu saja, untuk melindungi pasukan kita,” kata Halevi. “Oleh karena itu, pasukan beroperasi dengan kuat.”
Setelah berhari hari memerintahkan penduduk untuk meninggalkan daerah tersebut, pasukan Israel menyebarkan selebaran baru pada hari Selasa (5/12/2023) yang berisi instruksi untuk tetap berada di dalam tempat perlindungan selama serangan tersebut, mengutip Al Jazeera . “Dalam beberapa jam mendatang, militer Israel akan mulai melancarkan serangan intensif di wilayah tempat tinggal Anda untuk menghancurkan organisasi teroris Hamas,” kata selebaran tersebut, yang ditujukan kepada penduduk di enam distrik Khan Younis. “Demi keselamatan Anda, tetaplah berada di tempat penampungan dan rumah sakit tempat Anda berada. Jangan keluar. Keluar itu berbahaya. Anda telah diperingatkan."