Bayi berusia 1 tahun tewas karena overdosis fentanil, di tempat penitipan anak di Morris Avenue, Bronx, New York City, Amerika Serikat (AS). Adanya kasus tersebut, seorang pria pun ditangkap. Pria tersebut merupakan suami dari pemilik tempat penitipan anak itu, sumber kepolisian mengungkapkan kepada ABC News.
Felix Herrera Garcia diduga tertangkap CCTV berlari keluar dari tempat penitipan anak dengan tas belanjaan. Sebelum dibekuk, Felix telah diburu selama lebih dari satu minggu, dikutip dari ABC 7. Felix ditangkap pada Selasa (26/9/2023), setelah Drug Enforcement Administration (DEA) melacaknya kabur ke Sinaloa, Meksiko.
Istri dan sepupunya ditahan dan orang ketiga, Renny Antonio Parra Paredes, juga ditangkap dalam kasus tersebut. Jaksa mengatakan dia dikenal sebagai pengedar narkoba, lapor Ap News. Persik Kediri vs Bali United di Liga 1: Berebut Poin Penuh Awal Tahun, Adu Taktik Teco dan Rospide
Jelang Pencoblosan, 9 Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Paslon Terkuat bisa 50 Persen? JAM TAYANG Man United Vs West Ham Malam Ini, Setan Merah Tambah Kekuatan, 2 Pemain Inti Kembali Pilpres 2024 Satu Putaran? Paslon Terkuat Tembus 50 Persen, Ini Hasil Survei Capres Terbaru
Fabrizio Romano Ungkap Ada 2 Nama Kandidat Kuat Pengganti Jurgen Klopp Latih Liverpool Rekam Jejak dan Harta Kekayaan Rektor ITB Reini Wihardakusumah, Terseret Polemik UKT Pakai Pinjol Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all
Otoritas federal berjanji meminta pertanggungjawaban semua yang terkait dengan kasus kematian di tempat penitipan anak tersebut. Detektif New York City menggeledah tempat penitipan anak di Bronx minggu lalu dan menemukan sejumlah narkotika, termasuk fetanil dalam jumlah besar, serta alat alat lainnya yang disembunyikan di lantai ubin dan lemari. Foto foto yang dibagikan polisi menunjukkan tas penuh bubuk obat terlarang disimpan beberapa langkah dari rak mainan anak anak.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 1 kg fentanil yang disimpan di bawah tikar, tempat anak anak tidur. Penyidik juga diduga menemukan tiga mesin press yang digunakan untuk mengemas berkilo kilo narkoba. Polisi mengatakan obat obatan terlarang yang ditemukan di tempat penitipan anak bisa membunuh 500.000 orang.
Fentanil, obat penghilang rasa sakit sintetis yang 50 kali lebih kuat daripada heroin, dituding sebagai penyebab meningkatnya kematian akibat narkoba di AS. Diwartakan sebelumnya, seorang bocah berusia satu tahun bernama Nicholas Dominici ditemukan tewas di penitipan anak Kota New York, Amerika Serikat. Bocah tersebut tewas akibat overdosis fentanil, jenis narkotika paling berbahaya.
Selain Dominici, tiga anak lainnya harus dilarikan ke rumah sakit setelah terpapar narkoba kuat di pusat penitipan anak di Bronx. Dikutip dari BBC , pihak kepolisian meyakini keempat anak tersebut, yang berusia antara delapan bulan hingga dua tahun, menghirup fentanil di kamar bayi. Tiga anak diberi Narcan, obat darurat yang digunakan untuk membalikkan overdosis opioid.
Ayah Dominici, Otoniel Feliz masih memproses kematian anaknya yang masih kecil. Pemilik penitipan anak, Grei Mendez (36) dan penyewanya, Carlisto Acevedo Brito (41) menghadapi dakwaan federal atas kepemilikan narkotika. "Mereka didakwa dengan maksud untuk mendistribusikannya yang mengakibatkan kematian dan konspirasi untuk mendistribusikan narkotika yang mengakibatkan kematian," kata Jaksa AS di Manhattan, Damien Williams.
"Kami menuduh para terdakwa meracuni empat bayi, dan membunuh salah satu dari mereka, karena mereka menjalankan operasi narkoba dari sebuah pusat penitipan anak," lanjutnya. "Pusat penitipan anak – tempat di mana anak anak harus dijaga dengan aman, tidak dikelilingi oleh obat obatan yang dapat membunuh mereka dalam sekejap," pungkasnya.